logo blog
Halo Para Juri
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Juri Rakyat,
semoga apa yang saya bagikan di sini bisa menambah wawasan dan bermanfaat bagi Anda
Powered by Blogger.

Cerita Rakyat Jawa Timur - Minak Jinggo dan Damar Wulan

Minakjingga adalah Adipati Blambangan yang memiliki kesaktian tinggi. Suatu ketika, ia berencana untuk memberontak pada Kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh seorang raja perempuan yang cantik jelita bernama Ratu Ayu Kencana Wungu. Sang Ratu kemudian mengadakan sayembara untuk menangkal ancaman dari Minakjingga. Salah seorang dari peserta sayembara ini adalah seorang pemuda bernama Damarwulan. Berhasilkah Damarwulan mengalahkan Minakjingga? Simak kisahnya dalam cerita Damarwulan dan Minakjingga berikut ini!
Tersebutlah seorang ratu bernama Dewi Suhita yang bergelar Ratu Ayu Kencana Wungu. Ia adalah penguasa Kerajaan Majapahit yang ke-6. Pada era pemerintahannya, Majapahit berhasil menaklukkan banyak daerah yang kemudian dijadikan sebagai bagian dari wilayah kekuasaan kerajaan yang berpusat di Trowulan, Jawa Timur, itu. Salah satu kerajaan kecil yang menjadi taklukan Majapahit adalah Kerajaan Blambangan yang terletak di Banyuwangi. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang bangsawan dari Klungkung, Bali, bernama Adipati Kebo Marcuet. Adipati ini terkenal sakti dan memiliki sepasang tanduk di kepalanya seperti kerbau.

Keberadaan Adipati Kebo Marcuet ternyata menghadirkan ancaman bagi Ratu Ayu Kencana Wungu. Meskipun hanya seorang raja taklukan, namun sepak terjang Adipati Kebo Marcuet yang terus-menerus merongrong wilayah kekuasaan Majapahit membuat Ratu Ayu Kencana Wungu cemas. Ratu Majapahit itu pun berupaya menghentikan ulah Adipati Kebo Marcuet dengan mengadakan sebuah sayembara.

“Barangsiapa yang mampu mengalahkan Adipati Kebo Marcuet, maka dia akan kuangkat menjadi Adipati Blambangan dan kujadikan sebagai suami,” demikian maklumat Ratu Ayu Kencana Wungu yang dibacakan di hadapan seluruh rakyat Majapahit.

Sayembara itu diikuti oleh puluhan orang, namun semua gagal mengalahkan kesaktian Adipati Kebo Marcuet. Hingga datanglah seorang pemuda tampan dan gagah bernama Jaka Umbaran yang berasal dari Pasuruan. Ia adalah cucu Ki Ajah Pamengger yang merupakan guru sekaligus ayah angkat Adipati Kebo Marcuet. Rupanya, Jaka Umbaran mengetahui kelemahan Adipati Kebo Marcuet. Maka, dengan senjata pusakanya gada wesi kuning (gada yang terbuat dari kuningan), dan dibantu oleh seorang pemanjat kelapa yang sakti bernama Dayun, Jaka Umbaran berhasil mengalahkan Adipati Kebo Marcuet.

Ratu Ayu Kencana Wungu sangat gembira dengan kekalahan Adipati Kebo Marcuet. Ia pun menobatkan Jaka Umbaran menjadi Adipati Blambangan dengan gelar Minakjingga. Akan tetapi, Ratu Ayu Kencana Ungu menolak menikah dengan Jaka Umbaran karena pemuda itu kini tidak lagi tampan. Akibat pertarungannya dengan Adipati Kebo Marcuet, wajah Jaka Umbaran yang semula rupawan menjadi rusak, kakinya pincang, dan badannya menjadi bongkok.

Jaka Umbaran alias Minakjingga tetap bersikeras menagih janji. Ia datang ke Majapahit untuk melamar Ratu Ayu Kencana Wungu meskipun pada saat itu ia telah memiliki dua selir bernama Dewi Wahita dan Dewi Puyengan. Lamaran Minakjingga bertepuk sebelah tangan karena sang Ratu tetap tidak sudi menikah dengannya.

Penolakan itu membuat Minakjingga murka dan memendam dendam kepada Ratu Ayu Kencana Wungu. Untuk melampiaskan kemarahannya, Minakjingga merebut beberapa wilayah kekuasaan Majapahit sampai ke Probolinggo. Tidak hanya itu, Minakjingga pun berniat untuk menyerang Majapahit. Ratu Ayu Kencana Wungu sangat khawatir ketika mendengar bahwa Minakjingga ingin menyerang kerajaannya. Maka, ia pun kembali menggelar sayembara.

“Barangsiapa yang berhasil membinasakan Minakjingga akan kujadikan suamiku!” ucap Ratu Ayu Kencana Wungu di hadapan seluruh rakyat Majapahit.

Sekali lagi, puluhan pemuda turut serta dalam sayembara tersebut, namun tidak ada satu pun yang berhasil mengungguli kesaktian Minakjingga. Hal ini membuat sang Ratu semakin cemas. Saat kekhawatiran sang Ratu semakin besar, datanglah seorang pemuda tampan bernama Damarwulan. Ia adalah putra Patih Udara, patih Majapahit yang sedang pergi bertapa. Saat itu Damarwulan sedang bekerja sebagai perawat kuda milik Patih Logender, seorang patih Majapahit yang ditunjuk untuk menggantikan kedudukan ayah Damarwulan.

Di hadapan sang Ratu, Damarwulan menyampaikan keinginannya mengikuti sayembara untuk mengalahkan Minakjingga.

“Ampun, Gusti Ratu! Jika diperkenankan, izinkanlah hamba mengikuti sayembara,” pinta Damarwulan.

“Tentu saja, Damarwulan. Bawalah kepala Minakjingga ke hadapanku!” titah sang Ratu.

“Baik, Gusti,” kata pemuda itu seraya berpamitan.

Berangkatlah Damarwulan ke Blambangan untuk menantang Minakjingga.

“Hai, Minakjingga! Jika berani, lawanlah aku!” seru Damarwulan setiba di Blambangan.

“Siapa kamu?” tanya Minakjingga, “Berani-beraninya menantang aku.”

“Ketahuilah, hai pemberontak! Aku Damarwulan yang diutus oleh Ratu Ayu Kencana Wungu untuk membinasakanmu,” jawab Damarwulan.

“Ha… Ha… Ha…!” Minakjingga tertawa terbahak-bahak, “Sia-sia saja kamu ke sini, Damarwulan. Kamu tidak akan mampu menghadapi kesaktian senjata pusakaku, gada wesi kuning!”

Pertarungan sengit antara dua pendekar sakti itu pun terjadi. Keduanya silih-berganti menyerang. Namun, akhirnya Damarwulan kalah dalam pertarungan itu hingga pingsan terkena pusaka gada wesi kuning milik Minakjingga. Damarwulan pun dimasukkan ke dalam penjara.

Rupanya, kedua selir Minakjingga, Dewi Wahita dan Dewi Puyengan, terpikat melihat ketampanan Damarwulan. Mereka pun secara diam-diam mengobati luka pemuda itu. Bahkan, mereka juga membuka rahasia kesaktian Minakjingga.

“Kekuatan Minakjingga terletak pada gada wesi kuning. Dia tidak akan bisa berbuat apa-apa tanpa sejata itu,” kata Dewi Wahita.

“Benar. Jika ingin mengalahkan Minakjingga, Anda harus merampas pusakanya,” tambah Dewi Puyengan.

“Lalu, bagaimana aku bisa merebut senjata pusaka itu?” tanya Damarwulan.

“Kami akan membantumu mendapatkan senjata itu,” janji kedua selir Minakjingga itu.

Pada malam harinya, Dewi Sahita dan Dewi Puyengan mencuri pusaka gada wesi kuning saat Minakjingga terlelap. Pusaka itu kemudian mereka berikan kepada Damarwulan. Setelah memiliki senjata itu, Damarwulan pun kembali menantang Minakjingga untuk bertarung. Alangkah terkejutnya Minakjingga saat melihat sejata pusakanya ada di tangan Damarwulan.

“Hai, Damarwulan! Bagaimana kamu bisa mendapatkan senjataku?” tanya Minakjingga heran.

Damarwulan tidak menjawab. Ia segera menyerang Minakjingga dengan senjata gada wesi kuning yang ada di tangannya. Minakjingga pun tidak bisa melakukan perlawanan sehingga dapat dengan mudah dikalahkan. Akhirnya, Adipati Blambangan itu tewas oleh senjata pusakanya sendiri. Damarwulan memenggal kepada Minakjingga untuk dipersembahkan kepada Ratu Ayu Kencana Wungu.

Dalam perjalanan menuju Majapahit, Damarwulan dihadang oleh Layang Seta dan Layang Kumitir. Kedua orang yang bersaudara itu adalah putra Patih Logender. Rupanya, mereka diam-diam mengikuti Damarwulan ke Blambangan. Saat melihat Damarwulan berhasil mengalahkan Minakjingga, mereka hendak merebut kepala Minakjingga agar diakui sebagai pemenang sayembara.

“Hai, Damarwulan! Serahkan kepala Minakjingga itu kepada kami!” seru Layang Seta.

Damarwulan tentu saja menolak permintaan itu. Pertarungan pun tak terelakkan. Layang Seta dan Layang Kumitir mengeroyok Damarwulan dan berhasil merebut kepala Minakjingga. Kepala itu kemudian mereka bawa ke Majapahit. Pada saat mereka hendak mempersembahkan kepala itu kepada sang Ratu, tiba-tiba Damarwulan datang dan segera menyampaikan kebenaran.

“Ampun, Gusti! Hamba telah berhasil menjalankan tugas dengan baik. Namun, di tengah jalan, tiba-tiba Layang Seta dan Layang Kumitir menghadang hamba dan merebut kepala itu dari tangan hamba,” lapor Damarwulan.

“Ampun, Gusti! Perkataan Damarwulan itu bohong belaka. Kamilah yang telah memenggal kepala Minakjingga,” sanggah Layang Seta.

Pertengkaran antara kedua pihak pun semakin memanas. Mereka sama-sama mengaku yang telah memenggal kepala Minakjingga. Ratu Ayu Kencana Wungu pun menjadi bingung. Ia tidak dapat menenentukan siapa di antara mereka yang benar. Maka, sebagai jalan keluarnya, penguasa Majapahit itu meminta kedua belah pihak untuk bertarung.

“Sudahlah, kalian tidak usah bertengkar lagi!” ujar Ratu Ayu Kencana, “Sekarang aku ingin bukti yang jelas. Bertarunglah kalian, siapa yang berhasil menjadi pemenangnya pastilah ia yang telah membinasakan Minakjingga.”

Akhirnya, mereka pun bertarung. Kali ini, Damarwulan lebih berhati-hati menghadapi kedua putra Patih Logender itu. Ia harus membuktikan kepada sang Ratu bahwa dirinyalah yang benar. Demikian pula Layang Seta dan Layang Kumitir, mereka tidak ingin kebohongan mereka terbongkar di hadapan sang Ratu.

Dengan disaksikan oleh sang Ratu dan seluruh rakyat Majapahit, pertarungan itu pun berlangsung sangat seru. Kedua belah pihak mengeluarkan seluruh kekuatan masing-masing demi memenangkan pertandingan. Pertarungan itu akhirnya dimenangkan oleh Damarwulan. Layang Seta dan Layang Kumitir pun mengakui kesalahan mereka dan dimasukkan ke penjara, sedangkan Damarwulan pun berhak menikah dengan Ratu Ayu Kencana Wungu.

Demikian cerita Damarwulan dan Minakjingga dari Banyuwangi, Jawa Timur. Kisah ini terus berkembang menjadi cerita rakyat dengan berbagai versi. Terlepas dari itu, cerita ini juga dikisahkan dalam bentuk sastra seperti dalam Serat Kanda, Serat Damarwulan, Serat Blambangan, dan sebagainya. Cerita tentang Damarwulan dan Minakjingga juga menjadi tema pertunjukan dalam pementasan teater rakyat Jawa Timur. Bahkan, legenda Damarwulan dan Minakjingga ini telah diangkat dalam film layar lebar.

Enter your email address to get update from Juri Rakyat.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Comments
11 Comments

11 komentar

HOT | HEBOH | HANGAT | SERU
___________________________
MANIAC LENDIR
_____________
PACARKU MASIH PERAWAN
_____________

Balas

Assalamualaikum wr.wb,saya BPK.KATIMAN seorang buruh pabrik di surabaya jawa timur ingin mengucapka banyak terimah kasih kepada MBAH DJEPATI atas bantuannya. kini impian saya selama ini sudah jadi kenyataan yang telah memberikan angka ghoib hasil ritual SGP 4D 6294 alhamdulillah terbukti Berkat angka ghoib hasil ritual MBAH saya sudah buka usaha peternakan ayam dan istri saya juga buka warung makan. Kini kehidupan keluarga saya jauh lebih baik dari sebelumnya,bagi anda yg ingin seperti saya silahkan
HUB MBAH DJEPATI DI:082_3331_77799 atau kunjungi blog
KLIK-> http://togelsingapu.blogspot.com
PASTI ANDA MENDAPATKAN HASIL YG TERBAIK

Balas

senang bisa berkunjung ke blog yang memberikan manfaat seperti ini . . .dan tentunya saya pasti akan kembali

Balas
This comment has been removed by a blog administrator.

Vera@ ada sobat saya yg ingin ikut pesan prodok sobat

Balas

Pak Katiman makasih kunjungan,y Pak

Balas

Saya tidak tau cerita damar wulan dan minak jinggo yang benar..
Tapi cerita itu adalaj cerita agama hindu
Tapi kenapa sekarang cerita damar wulan dan minak jinggo di angkat menjadi film tapi tidak sesuai dengan cerita,,,,agama hindu tidak ada hubungannya dengan islam kalau hindu itu dengan budha tapi kenapa cerita itu berisi ajaran agama islam,,,itu sudah sangat menjelekkan cerita hindu.

Balas

Saya tidak tau cerita damar wulan dan minak jinggo yang benar..
Tapi cerita itu adalaj cerita agama hindu
Tapi kenapa sekarang cerita damar wulan dan minak jinggo di angkat menjadi film tapi tidak sesuai dengan cerita,,,,agama hindu tidak ada hubungannya dengan islam kalau hindu itu dengan budha tapi kenapa cerita itu berisi ajaran agama islam,,,itu sudah sangat menjelekkan cerita hindu.

Balas

Saya tidak tau cerita damar wulan dan minak jinggo yang benar..
Tapi cerita itu adalaj cerita agama hindu
Tapi kenapa sekarang cerita damar wulan dan minak jinggo di angkat menjadi film tapi tidak sesuai dengan cerita,,,,agama hindu tidak ada hubungannya dengan islam kalau hindu itu dengan budha tapi kenapa cerita itu berisi ajaran agama islam,,,itu sudah sangat menjelekkan cerita hindu.

Balas

Saya tidak tau cerita damar wulan dan minak jinggo yang benar..
Tapi cerita itu adalaj cerita agama hindu
Tapi kenapa sekarang cerita damar wulan dan minak jinggo di angkat menjadi film tapi tidak sesuai dengan cerita,,,,agama hindu tidak ada hubungannya dengan islam kalau hindu itu dengan budha tapi kenapa cerita itu berisi ajaran agama islam,,,itu sudah sangat menjelekkan cerita hindu.

Balas

BURUAN BELANJA DI NATALIA SHOP DAPATKAN HARGA PROMO TERPERCAYA DI SELURU INDONESIA BEBAS RESIKO-BEBAS PENIPUA
BERMINAT HUB-SMS:0857-1721-2287 ATAU KLIK WEBSET RESMI KAMI
http://www.natalia-shop7.blogspot.com/
DIJUAL

BLACKBERRY
Asli Buatan Canada

Ready Stock !
BlackBerry 9380 Orlando - Black
Rp.900.000,-

Ready Stock !
BlackBerry Curve 8520 Gemini
Rp.500.000,-

Ready Stock !
BlackBerry Bold 9780 Onyx 2
Rp.800.000,-

Ready Stock !
Blackberry Curve 9320
Rp.700.000,-

Ready Stock !
BlackBerry Bold 9900 Dakota
Rp.1.500.000,

Ready Stock !
Blackberry Torch 9800
Rp.1.200.000,

Ready Stock !
Blackberry bellagio 9790
Rp.1.100.000

Ready Stock !
BlackBerry Curve 9220 Davis
Rp.650.000,-

Ready Stock !
BlackBerry Torch 2 9810 Jennings
Rp. 1.350.000,-

Ready Stock !
BlackBerry Curve 9360 Apollo
Rp.950.000,-

Ready Stock !
Blackberry Monza 9860
Rp.1.400.000,-

Ready Stock !
Blackberry Keppler 9300 Curve 3G
Rp.700.000,-

SAMSUNG
Asli Buatan Korea

Ready Stock !
Samsung L9100 Galaxy S2 - Black
Rp. 1.000.000,-

Ready Stock !
Samsung Galaxy Tab 8.9, 16GB - Pure Whit
Rp. 1.600.000,-

Ready Stock !
Samsung Galaxy Tab 7.7 Super AMOLED Plus
Rp.1.500,000

Ready Stock !
Samsung Galaxy Note N7000 - Black
Rp. 1.700.000

Ready Stock !
Samsung Galaxy Tab 2 (7.0)
Rp. 1.000.000

Ready Stock !
Samsung Galaxy Nexus I9250 - Titanium Si
Rp.1.500.000,-

Ready Stock !
Samsung Galaxy Note N7000 - Pink
Rp.1.700.000

Ready Stock !
Samsung Galaxy Y S5360 GSM - Pure White
Rp.500.000,-

Ready Stock !
Samsung Galaxy Tab 7.0 Plus
Rp. 1.000.000.

Balas

Tulis Tanggapan Anda Tentang Postingan Diatas

Cara Daftar Sbobet
Agen sbobet Online
Copyright © 2013. Juri Rakyat ~ Berita Rakyat ~ Cerita Rakyat - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib| Modif by Juri Rakyat